Dampak Sosial Skor Sentimen: 10/10

Simpatisan Aliansi SPPG Peta Blitar Raya Gelar Gelar Aksi Damai Dukung Program MBG Lanjutkan

Dukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pusat kota Blitar di alun - alun depan kantor Pemkot Blitar sontak berubah menjadi lautan manusia dipenuhi ribuan relawan dan simpatisan Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya. Mereka memampang ratusan poster bertajuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (27/06/26).

Admin Monitoring 01 July 2026
Simpatisan Aliansi SPPG Peta Blitar Raya Gelar Gelar Aksi Damai Dukung Program MBG Lanjutkan
Putraindonews.com, Blitar – Dukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) pusat kota Blitar di alun - alun depan kantor Pemkot Blitar sontak berubah menjadi lautan manusia dipenuhi ribuan relawan dan simpatisan Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya. Mereka memampang ratusan poster bertajuk mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sabtu (27/06/26). Aksi tersebut diikuti perwakilan relawan dan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari berbagai daerah di Blitar Raya. Tan Ngi Hing, S.Sos., selaku koordinator aksi didampingi Jaka Prasetya dan Swantantio Hani Irawan dalam orasinya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menunjukkan soliditas para relawan sekaligus memberikan dukungan kepada pemerintah agar program MBG tetap dilanjutkan, mencemooh Presiden adalah sebuah tindakan menciderai pilihan rakyat. "Kegiatan ini sangat luar biasa dan positif untuk kepentingan anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045 sesuai harapan Presiden Prabowo Subianto, kami akan selalu berada di garda paling depan mendukung program stretegis nasional," Ungkap Tan Ngi Hing yang juga amggota komisi I DPRD Kota Blitar . Tan Ngi Hing juga menyatakan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program MBG. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan tidak melakukan penghinaan terhadap kepala negara. "Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia, berbeda pendapat silakan, tetapi mari bergandengan tangan mendukung program pemerintah demi kepentingan bangsa," katanya. Ia menilai program MBG telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, mulai dari relawan, mitra, hingga para pemasok bahan pangan. Program tersebut dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan serta menggerakkan perekonomian lokal. "Relawan bisa bekerja, menghidupi keluarga, menyekolahkan anak-anaknya. Petani, peternak, dan pemasok hasil bumi juga memperoleh manfaat karena hasil produksinya terserap untuk kebutuhan dapur MBG," tambahnya. Sementara itu, Perwakilan dari pihak SPPG Demy Alam menjelaskan aksi tersebut juga menjadi sarana memperkuat moral relawan di tengah berbagai informasi mengenai evaluasi terhadap program MBG. "Kami ingin menunjukkan bahwa relawan SPPG adalah bagian dari instrumen yang ikut menyukseskan program strategis nasional. Niat kami tulus, ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa melalui pemenuhan gizi, penanganan stunting, sekaligus pemberdayaan masyarakat," ujarnya. Menurut Demy, aksi tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarmitra dan relawan SPPG yang selama ini belum memiliki forum bersama. "Kegiatan ini bisa menjadi jembatan kolaborasi antarmitra dan relawan ke depan," katanya. Menanggapi adanya aksi mahasiswa yang menyuarakan evaluasi terhadap program MBG, Demi mengaku menghargai sikap kritis tersebut. "Saya juga berasal dari aktivis. Daya kritis mahasiswa dibutuhkan. Yang saya dengar adalah evaluasi, bukan penghentian program. Kami pun merasakan masih ada kekurangan, tetapi perubahan sedang dilakukan. Justru kami berterima kasih karena evaluasi akan membuat program ini semakin baik," ujarnya. Perwakilan Aliansi Relawan SPPG Merah Putih Jawa Timur, Bambang, mengungkapkan bahwa di wilayah Blitar Raya saat ini terdapat sekitar 160 dapur SPPG yang menyerap sekitar 7.000 relawan. Selain itu, setiap dapur bekerja sama dengan sekitar 15 pemasok yang terdiri dari petani, peternak, dan nelayan. "Kalau ada 160 dapur, berarti ribuan petani, peternak, dan nelayan ikut terlibat dalam rantai pasok program ini," jelas Bambang. Ia menambahkan, satu dapur MBG mampu melayani sekitar 2.000 penerima manfaat setiap hari. "Artinya ratusan ribu anak mendapatkan makanan bergizi setiap hari. Program ini juga menyerap kebutuhan beras, sayur, telur, hingga hasil pertanian dalam jumlah besar sehingga sangat membantu perekonomian masyarakat," pungkasnya. Melalui aksi damai tersebut, Aliansi Relawan SPPG Peta Blitar Raya berharap pemerintah tetap melanjutkan program Makan Bergizi Gratis dengan terus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Redaksi : rif.